Posts tagged: osteoporosis

Obat Pengapuran Tulang

Pengapuran Tulang adalah….

Paket Penyembuhan..

Joint Formula + Klorofil + Noni Supreme

Osteoarthritis (pengapuran) Atau Osteoporosis (tulang keropos) ?

Kedua istilah tersebut maupun gejala penyakitnya seringkali dicampuradukkan. Keduanya memang sama-sama mengacu pada penyakit tulang, sama-sama sering dijumpai pada kaum wanita usia > 50 tahun (atau post menopause) serta sama-sama merupakan penyakit menahun yang sulit untuk disembuhkan seperti sediakala. Lalu kalau pinggang atau lutut Anda sering sakit apakah itu gejala pengapuran atau tulang keropos, atau bisa jadi dua-duanya ?

Osteoarthritis (OA) atau dikenal sebagai pengapuran adalah suatu penyakit tulang yang menggambarkan kerusakan pada tulang rawan sendi, jadi karena proses kerusakannya di sini terjadi pada rawan sendi pastilah kelainan dan nyeri yang dijumpai umumnya terjadi pada sendi-sendi tubuh. Sesuai namanya, di sini terjadi penumpukan zat kapur atau kalsium pada lokasi tulang rawan yang merupakan engsel dari sendi kita. Jadi istilahnya persendian kita aus ditandai dengan rawannya yang rusak dan kemudian kerusakan itu secara alamiah ditutupi tubuh dengan menimbun kalsium di situ. Sialnya kalsium yang tertimbun itu merupakan zat yang keras, tidak seluwes si rawan sendi, dan juga bentuknya terkadang tajam-tajam tak beraturan sehingga yang terjadi kemudian adalah nyeri saat sendi digerakkan. Selain itu celah antar sendi menyempit sehingga membatasi gerakan sendi dan menimbulkan kekakuan.

Lain lagi ceritanya tentang osteoporosis atau dikenal sebagai tulang keropos atau kopong. Pada osteoporosis massa yang membentuk tulang sudah berkurang, sehingga tulang dapat dikatakan kopong. Struktur pengisi tulang antara lain berupa senyawa-senyawa kolagen disamping juga kalsium, berfungsi bagaikan semen cor-an nya tulang. Ketika massa ini menjadi berkurang maka tulang menjadi kurang padat sehingga tak kuat menahan benturan ringan sekalipun yang mengenainya, resikonya patah tulang gampang terjadi. Sebagai perbandingan, apabila saya terpeleset di kamar mandi dan pinggul saya menghantam lantai, mungkin yang terjadi kemudian adalah daerah sekitar situ bengkak dan sakit, namun tulangnya tak apa-apa karena massa tulang saya masih oke. Tapi jika yang mengalami hal itu adalah penderita osteoporosis, maka tak anyal lagi terjadi patah tulang setempat, dan hal itu dinamakan fraktur patologis.

Di luar dari mudahnya tulang yang keropos itu mengalami fraktur, tulang yang keropos hampir tak bergejala sama sekali, silent disease. Jadi jika dengkul maupun punggung Anda seringkali kaku dan nyeri, yang lebih rasional untuk dicurigai adalah si OA (pengapuran) bukannya si osteoporosis. Keduanya memang dekat dengan wanita usia post menopause dikarenakan proses metabolisme di tulang memang membutuhkan pengaruh dari hormone estrogen yang lazimnya menurun saat wanita post menopause. Selain itu OA (pengapuran) sendi dipicu pula dengan berbagai trauma menahun pada sendi tersebut seperti misalnya over use saat olahraga (misalnya banyak menimpa para pesenam) maupun jenis trauma minor sekalipun seperti sering nyeletek-nyeletekin jari. Trauma menahun pada sendi akan membuat rawannya mudah aus akibatnya akan terjadi penumpukan kalsium disana (osteofit).

Osteoporosis selain bergantung pada fungsi hormone estrogen juga ditengarai berkaitan dengan stok kalsium yang kurang pada tubuh, misalnya jarang minum susu. Namun yang penting untuk diketahui, puncak massa tulang kita sudah menurun saat kita mulai masuk usia kepala tiga, artinya kita harus sudah memulai menimbun kalsium sejak kita usia pertengahan untuk menjamin saat tua nanti tulang kita masih cukup padat.

Jadi apabila sudah mengalami osteoporosis dan baru memulai minum suplemen tinggi kalsium maupun susu tinggi kalsium, hal tersebut tidak akan banyak faedahnya. Selain pada susu, kalsium yang tinggi juga dapat dijumpai pada ikan-ikan kecil seperti ikan teri. Kalsium dari alamiah memang lebih dianjurkan, sementara suplemen kalsium dosis tinggi dapat menimbulkan beberapa masalah seperti terbentuknya batu saluran kemih serta adanya isu peningkatan risiko stroke dan serangan jantung yang menyertai para wanita usia lanjut yang mengkonsumsi suplemen kalsium secara rutin (sesuai laporan research di Auckland, New Zealand baru-baru ini).

Bagaimana mendeteksi OA maupun osteoporosis?

Mendeteksi OA relatif lebih gampang karena penyakit ini akan menimbulkan kekakuan dan nyeri pada sendi-sendi tertentu, terutama sendi-sendi jari, lutut dan tulang punggung. Yang tersering dewasa ini adalah sendi lutut, karena sesuai dengan proses terbentuknya OA pada sendi yaitu sendi lutut lah yang paling sering mendapatkan trauma menahun, terutama pada mereka yang gemuk. Dengan foto roentgen konvensional kita sudah dapat mendiagnosa adanya OA serta derajadnya. Pada foto akan didapatkan adanya penyempitan celah sendi dengan tepinya yang tak rata dan adanya osteofit (bangunan runcing-runcing). Apabila OA sudah tergolong derajat 3 atau 4 (dua derajad akhir), umumnya sendi tak dapat diselamatkan lagi dengan berbagai obat-obatan. Ortoped (dokter tulang) umumnya akan menganjurkan lutut demikian di reparasi seluruhnya dan digantikan dengan bahan metal buatan, suatu operasi yang dikenal sebagai Total Knee Replacement.

Osteoporosis umumnya tak bergejala dan penilaiannya tak cukup dari hasil roentgen konvensional. Perlu suatu alat khusus yang dinamakan bone densitometri untuk dapat menilai kepadatan massa tulang. Dengan demikian tulang Anda dapat dideteksi sebagai tulang dengan massa yang masih baik, osteopenia (mulai menurun kepadatan massanya) atau malah sudah osteoporosis (keropos). Berbeda dengan OA yang ujung-ujungnya berupa tindakan bedah, pada osteoporosis kita masih mengandalkan berbagai obat-obatan, kecuali jika sudah terjadi fraktur patologis. Obat yang menjadi andalan baru untuk mengatasi osteoporosis adalah bisfosfonat. Sebaiknya bagi Anda yang terutama wanita dan berusia 50 tahun ke atas saya anjurkan sekali waktu perlu menilai bone densitometri tulang Anda dan konsultasi kepada ahlinya diperlukan sebelum fraktur patologis terjadi.

Gangguan Sendi, Tak Mesti Melanda Orang Tua

Gangguan persendian memang cukup mengganggu. Apalagi ada 200 ratus jenis klasifikasi yang menyangkut gangguan pada sendi dan jumlah persendian pada tiap manusia tak kurang dari 143 permukaan persendian. Di Indonesia, penderita penyakit rematik atau osteoartritis menempati urutan kedua setelah penyakit keropos tulang atau osteoporosis.

Selain memang terjadi pada orang usia pertengahan, ada beberapa faktor risiko lain yang pegang peranan dalam meningkatkan kemungkinan terjadinya osteoartritis, seperti kegemukan, aktivitas fisik yang berlebihan dan cedera sendi akibat terjatuh atau berolahraga.

Orang awam memang sering menyebut rematik ketimbang osteoartritis. Penyebab dari penyakit ini adalah pemburukan jaringan tulang rawan pelindung yang menutupi bagian ujung dari tulang, pada daerah persendian. Selain itu, daerah ujung tulang pun biasanya ikut terlibat. Biasanya rematik ini sering dijumpai pada daerah sekitar pinggul, kaki, tulang punggung, lutut dan jari.

Rematik tidak selalu berhubungan dengan usia lanjut. Setiap orang dan hampir semua usia dapat menderita reumatik. Bahkan jenis reumatik yang berat sering menyerang usia dewasa muda. Umumnya, reumatik sering menyerang laki-laki dibandingkan dengan wanita. Namun setelah mengalami menopause, risiko penyakit ini meningkat tajam terhadap wanita.

Istilah rheumatism berasal dari bahasa Yunani, rheumatismos yang berarti mucus atau cairan yang dianggap jahat, mengalir dari otak turun ke sendi dan struktur lain dalam tubuh sehingga menimbulkan rasa sakit. Beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan timbunan kristal monosodium urat monohidrat (MSU) atau dikenal sebagai asam urat di persendian. Penyakit ini disebabkan salah satunya karena banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi kadar purinnya, antara lain, daging dan olahan seperti, paru, otak, udang, kerang, dan kepiting, jeroan (hati, ginjal, limpa, babat, dan usus), kacang-kacangan (kacang tanah, kacang kedelai, melinjo dan emping, bayam, buncis, kembang kol, asparagus, durian, alpukat, nanas, dan air kelapa, karena makanan ini di dalam usus mengalami fermentasi.

Osteoartritis ditandai dengan keluhan seperti, nyeri sendi, pembengkakan sendiri, kaku, benjolan tulang pada sendi jari, nyeri pada perubahan cuaca. Ada tiga golongan gangguan sendi, antara lain, osteoartritis yang terjadi pada sendi besar seperti lutut, dan menipiskan lapisan sendi. Ini biasa menyerang orang pada usia pertengahan dan usia tua seperti yang terjadi pada 21 juta orang penderita osteoartritis di AS. Yang kedua, rheumatoid arthritis yakni bentuknya peradangan yang dapat menghancurkan lapisan rawan sendi. Ini terjadi pada semua tingkat usia dan menyerang sendi secara simetris. Ketiga, post trauma arthritis yakni, trauma pada sendi yang dapat menimbulkan gejala lama.

Menurut Dr Gede Saputra, adalah salah bila dokter menyatakan gangguan sendiri hanya karena proses seseorang menjadi tua dan solusinya hanya memerlukan istirahat cukup. Karena ada beberapa penatalaksanaan umum yang bisa dilakukan selain mengurangi stres pada sendi, mengupayakan berat badan ideal, obat steroid atau non steroid anti inflamasi, penghilang rasa sakit, melakukan latihan sesuai anjuran ahli fisioterapi, terapi dengan mandi air panas atau kompres dingin dan tindakan operasi.

Seorang ibu berusia 65 tahun mengungkapkan kesaksiannya di acara yang diadakan Forever Freedom belum lama ini. Ia bilang, dokter sudah memvonis bahwa ia menderita pengapuran dan tak bisa disembuhkan. “Bila ke kamar mandi, saya tidak bisa duduk jongkok tanpa berpegangan,” kisahnya. Namun setelah ia mengkonsumsi obat dengan bahan utama aloe vera barbadensis miller (daun lidah buaya), glucosamine sulfat, chondroitin sulfat , methyl sulfonyl methane, vitamin C dan antioksidan tambahan, ia mengaku, fisiknya menjadi lebih baik.

Selain itu, ada obat penghilang rasa sakit lain yang juga dianjurkan The European Leaque Against Rheumatism (EULAR) bagi penanganan osteoartritis lutut yakni, parasetamol-asetaminofen. Mereka menyatakan, kandungan ini merupakan analgesik oral yang dicoba terdahulu dan, jika berhasil, merupakan analgesik oral jangka panjang. Selain itu,

American College of Rheumatology (ACR) mendukung pengujian obat ini sebagai terapi permulaan berdasarkan keseluruhan profil biaya, kemanjuran dan daya peracunannya.

Belakangan setelah dilakukan survei, didapat bukti penggunaan parasetamol-asetaminofen dalam penanganan osteaoartritis bukan didasarkan pada kehebatan yang dapat diperoleh, tetapi dari kemanjuran, keamanan, tolerabilitas saluran cerna dan biaya secara keseluruhan yang merupakan alasan yang baik untuk dimulainya penanganan osteoartritis. evieta fadjar

Sumber : KoranTempo

Nyeri Sendi Pasca Menopause

Menopause adalah proses berhentinya menstruasi akibat berkurangnya produksi hormon estrogen pada wanita. Beberapa proses dan kerja organ tubuh pun turut berubah. Tidak jarang menopause juga menimbulkan gangguan-gangguan kesehatan. Diantaranya adalah; insomnia (susah tidur), gout, gangguan fungsi seksual, berkeringat di malam hari, semburat panas, serta gangguan kesehatan bahkan penyakit yang menyerang diam-diam yakni osteoporosis dan osteoarthritis.

Gout
Gout adalah gangguan kesehatan akibat tingginya kadar asam urat di dalam darah. Gejalanya tidak terlihat karena serangannya mendadak. Endapan kristal monosodium pada sendi menyebabkan penderita merasakan nyeri luar biasa pada sendi. Penyakit ini lebih banyak menyerang pria karena kadar asam urat dalam tubuh pria lebih tinggi daripada wanita. Sedangkan pada wanita, gout menyerang setelah usia menopause sebab, kadar asam urat dalam darah wanita meningkat pada fase ini. Gout biasanya terjadi di malam hari. Serangannya ditandai dengan peradangan sendi.

Osteoarthritis
Seiring dengan bertambahnya usia, kartilago di daerah persendian semakin menipis. Sendi menjadi kaku dan sering terasa nyeri ketika tulang bergesekan. Inilah yang dinamakan osteoarthritis. Memang, osteoarthritis belum sepopuler osteoporosis atau pengeroposan tulang. Bahkan tidak jarang segala gangguan pada tulang diasosiasikan dengan osteoporosis, sekalipun gangguan yang dirasakan terdapat pada sendi-sendi bukan kekeroposan tulang. Osteoarthritis tidak kalah berbahayanya dengan osteoporosis karena, keluhan jangka panjangnya adalah kerusakan tulang rawan pada sendi

Umumnya Osteoarthritis ditemukan pada usia lanjut, 50 tahun ke atas. Faktor umur, jenis kelamin, ras dan keturunan menjadi penyebab penyakit tulang ini. Gejala osteoarthritis yang tidak ditangani segera menyebabkan cacat permanen pada tulang. Bentuk tulang bisa berubah, bahkan bisa menjadi bengkok.

Bila terjadi di lutut, nyeri akan terasa di lutut. Tak jarang, ditemukan pula tanda peradangan seperti; bengkak, panas, kemerahan, dan nyeri saat menggerakkan lutut. Untuk mengurangi rasa sakit, sendi harus diistirahatkan atau dikompres dengan es.

Osteoporosis
Penyakit ini sudah sangat dikenal. Istilah osteoporosis berasal dari Bahasa Latin, artinya tulang berlubang. Ada dua jenis osteoporosis yakni; osteoporosis primer dan sekunder. Osteoporosis primer berkaitan dengan usia dan jenis kelamin penderita. Dengan kata lain, berkaitan dengan hormon. Seperti kasus wanita menopause, misalnya. Osteoporosis yang disebabkan menurunnya jumlah hormon estrogen. Sedangkan Osteoporosis sekunder terjadi akibat penyakit kronis lain seperti gangguan hati (lever), diabetes melitus, gangguan hormon, dll.

Pencegahan terhadap osteoporosis dapat dilakukan dengan mempertahankan kepadatan tulang dengan mencukupi asupan kalsium dan vitamin D, tidak mengonsumsi alkohol, kopi dan juga tidak merokok. Jika memungkinkan, sesekali tulang perlu terkena sinar matahari karena sinar matahari adalah merupakan sumber vitamin D alami yang dibutuhkan tubuh untuk mengantarkan kalsium ke tulang.

Jangan Biarkan Nyeri Sendi Menganggu

Glucosamine adalah gula amino yang diproduksi oleh tubuh, merupakan bentuk karbohidrat yang terdapat dalam jaringan ikat. Penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi Glucosamine dapat membantu menjaga kelenturan sendi, memperbaiki jaringan kartilago dan mengurangi rasa nyeri.

Dengan fungsi membantu tubuh membentuk jaringan ikat, pembentukan ligamen, kartilago dan tendon maka dampak ostoarthritis dapat dikurangi.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan Glucosamine sulphate, Chondroitin dan Methyl Sulfonyl Methane (MSM), dapat mengurangi rasa sakit dan memperbaiki pergerakan sendi.

Sumber : http://www.hd.co.id/info-medis/nyeri-sendi-pasca-menopause